Pemko Payakumbuh Resmi Kukuhkan 83 Kader GALAMAI untuk Perkuat Perlindungan Jamsostek Pekerja Informal

Pemerintah Kota Payakumbuh telah mengambil langkah penting dalam memperkuat perlindungan jaminan sosial bagi pekerja informal dengan mengukuhkan 83 kader Gerakan Perlindungan Menyejahterakan Pekerja Informal (GALAMAI). Acara ini berlangsung pada hari Senin, 6 April 2026, di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, dan dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Rida Ananda.
Komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh
Dalam sambutannya, Rida Ananda menyampaikan pesan dari Wali Kota Zulmaeta. Pesan tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh memiliki komitmen yang kuat untuk melindungi semua pekerja, terutama mereka yang berada dalam kelompok rentan yang belum mendapatkan jaminan sosial.
“Kami percaya bahwa perlindungan jaminan sosial bukan sekadar program, melainkan komponen penting dalam memastikan kesejahteraan masyarakat dan mencegah timbulnya kemiskinan baru,” ungkap Rida Ananda di hadapan para camat, lurah, dan kader GALAMAI yang hadir.
Tiga Pesan Utama Perlindungan Sosial
Pada kesempatan itu, Rida Ananda menekankan tiga pesan kunci yang harus dijadikan pegangan bersama:
- Tidak ada pekerja yang boleh tidak terlindungi.
- Tidak boleh ada keluarga yang kehilangan penghasilan tanpa perlindungan.
- Gerakan ini harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, seperti RT, RW, dan tempat ibadah.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan bahwa kegiatan Pengukuhan Kader GALAMAI Kota Payakumbuh secara resmi dibuka,” tegasnya.
Peran Kader GALAMAI dalam Perlindungan Pekerja
Sekretaris Daerah juga memberikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah menginisiasi program GALAMAI. Menurutnya, keberadaan kader ini sangat penting untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh banyak pekerja informal yang belum terlindungi oleh jaminan sosial.
“Pemko Payakumbuh menunjukkan komitmen yang kuat dalam melindungi pekerja. Salah satu buktinya adalah melalui program BPJS Ketenagakerjaan, di mana 3.156 pekerja rentan telah terdaftar. Namun, kami menyadari bahwa tantangan ke depan masih cukup besar,” tambahnya.
Masih Banyak Pekerja yang Belum Terlindungi
Rida Ananda memaparkan bahwa masih banyak pekerja di Kota Payakumbuh yang belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah yang lebih masif dan mendekatkan diri kepada masyarakat, melibatkan semua unsur dari pemerintah daerah hingga tingkat paling bawah.
“Kehadiran Kader GALAMAI sangatlah penting dalam konteks ini. Kami mengapresiasi terbentuknya 83 kader dari seluruh kelurahan,” ujarnya.
Arah dan Tugas Kader GALAMAI
Rida Ananda juga memberikan arahan kepada camat dan lurah untuk memastikan bahwa para kader GALAMAI aktif di wilayah mereka. Fokus utama mereka adalah memastikan bahwa pekerja rentan yang terdaftar benar-benar tepat sasaran dan aktif bekerja. Selain itu, penting bagi mereka untuk melakukan koordinasi hingga tingkat RT dan RW.
“Jika ada masyarakat yang telah terdaftar mengalami risiko kecelakaan kerja, mereka harus segera mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama. Jika ada yang meninggal dunia, segera laporkan untuk proses klaim,” pesannya.
Manfaat Perlindungan Jaminan Sosial
Rida Ananda menekankan bahwa tujuan dari program ini adalah agar manfaat perlindungan benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan bukan sekadar administrasi kepesertaan. Ia juga mendorong penguatan gerakan melalui penerbitan surat edaran di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW.
“Dengan dukungan terhadap kegiatan BPJS Ketenagakerjaan yang akan membuka booth layanan langsung di lingkungan masyarakat, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah untuk mendaftar dan mendapatkan perlindungan,” imbuhnya.
Jaminan Sosial sebagai Hak Dasar Pekerja
Sebelum menutup sambutannya, Rida kembali menegaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan adalah hak dasar bagi setiap pekerja yang tidak boleh ditunda. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan ini sebagai gerakan bersama demi melindungi pekerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi, Iddial, juga menyampaikan bahwa program GALAMAI sejalan dengan misi Asta Cita Presiden, khususnya mengenai peningkatan lapangan kerja berkualitas dan penguatan pembangunan sumber daya manusia.
“Melalui pemberdayaan, perlindungan, dan pendidikan, kami berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera, adil, dan berkesinambungan,” jelas Iddial.
Data Ketenagakerjaan di Payakumbuh
Berdasarkan data dari Dashboard Universal Coverage Jamsostek (UCJ) per 31 Desember 2025, total tenaga kerja di Payakumbuh mencapai 49.673 orang, yang terdiri dari 29.041 pekerja formal dan 20.632 pekerja informal. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 33.825 pekerja yang belum terlindungi atau sekitar 68,1 persen dari total tenaga kerja.
Peran Kader GALAMAI dalam Sosialisasi Program
Para kader GALAMAI yang tersebar di berbagai kelurahan, seperti Koto Panjang Dalam, Padang Sikabu, Balai Panjang, Tiakar, dan Koto Baru, akan bertugas untuk menyosialisasikan lima program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Program-program tersebut meliputi:
- Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
- Jaminan Kematian (JKM)
- Jaminan Hari Tua (JHT)
- Jaminan Pensiun (JP)
- Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)
Untuk peserta Bukan Penerima Upah (BPU), iuran yang diperlukan hanya Rp16.800 per bulan. Manfaat yang dapat diperoleh sangat bermanfaat, termasuk santunan kematian hingga Rp42 juta, biaya pemakaman sebesar Rp10 juta, santunan berkala selama 24 bulan, serta beasiswa pendidikan maksimal Rp174 juta untuk dua anak.
Optimisme untuk Mencapai Target UCJ
Dengan dikukuhkannya 83 kader GALAMAI, BPJS Ketenagakerjaan optimis bahwa target Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Kota Payakumbuh dapat tercapai lebih cepat. Para kader diharapkan juga dapat memanfaatkan kebijakan relaksasi iuran sebesar 50 persen untuk meningkatkan masa aktif kepesertaan.
“Tidak boleh ada pekerja yang tidak terlindungi. Tidak boleh ada keluarga yang kehilangan penghasilan tanpa perlindungan,” tutup Iddial, mengulangi pesan yang menjadi tema utama gerakan ini.
➡️ Baca Juga: Bupati Tapanuli Utara Melantik Anggota Dewan Pendidikan: Upaya Pembenahan Kualitas SDM dan Pendidikan Bermutu
➡️ Baca Juga: Trump Menyatakan Ketidakpuasan Terhadap NATO dan Sekutu Terkait Keamanan Selat Hormuz
