Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Pirngadi Menyongsong Hari Ginjal Sedunia

Hari Ginjal Sedunia adalah momen penting yang tidak hanya mengedukasi masyarakat tentang kesehatan ginjal, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan. Dalam konteks ini, Pemerintah Kota Medan mengumumkan berbagai langkah strategis dalam memperkuat layanan RSUD Pirngadi, terutama untuk pasien yang membutuhkan perawatan ginjal. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan ginjal, langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu.
Komitmen Pemko Medan dalam Meningkatkan Layanan Kesehatan
Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, menekankan dedikasi Pemko Medan untuk melakukan perbaikan dalam fasilitas dan layanan rumah sakit milik pemerintah. Hal ini disampaikan pada peringatan Hari Ginjal Sedunia di Instalasi Hemodialisa RSUD Dr. Pirngadi Medan, yang berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa tujuan utama dari peningkatan ini adalah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit ginjal.
Pentingnya Layanan Kesehatan yang Optimal
Zakiyuddin mengungkapkan pengalaman pribadinya yang membuatnya lebih memahami pentingnya layanan cuci darah. Ia mengenang ibunya yang pernah menjalani perawatan serupa di masa lalu, ketika akses terhadap jaminan kesehatan belum sebaik sekarang. “Melihat ruang cuci darah ini mengingatkan saya pada ibu saya. Saat itu, biaya pengobatan sangat tinggi karena belum ada BPJS. Kini, kita bersyukur karena pemerintah hadir untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
RSUD Dr. Pirngadi kini dilengkapi dengan sekitar 40 mesin hemodialisis yang dapat melayani hingga 80 pasien setiap harinya. Kapasitas ini sangat signifikan, terutama bagi masyarakat yang berada di lapisan ekonomi menengah ke bawah, yang sering kali kesulitan untuk mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai.
Rencana Pengembangan RSUD Dr. Pirngadi
Meski fasilitas yang ada sudah cukup membantu, Zakiyuddin menilai masih ada ruang untuk perbaikan. Ia mengungkapkan rencana Pemko Medan untuk melakukan pengembangan secara menyeluruh terhadap RSUD Dr. Pirngadi, termasuk pembangunan gedung baru yang lebih modern. “Dalam dua tahun ke depan, kita akan membangun Rumah Sakit Pirngadi yang akan memiliki gedung tujuh lantai dengan fasilitas parkir dua lantai,” katanya optimis.
Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, peningkatan kualitas pelayanan menjadi fokus utama. Menurutnya, pendekatan yang humanis dalam pelayanan kesehatan adalah kunci keberhasilan proses penyembuhan pasien. “Kita harus memperlakukan pasien seperti keluarga kita sendiri. Dengan sambutan yang baik, itu sudah setengah dari proses kesembuhan. Sebaliknya, jika mereka datang dan disambut dengan wajah masam, itu hanya akan menambah beban psikologis mereka,” ujarnya dengan tegas.
Zakiyuddin juga mencatat tingginya permintaan akan layanan kesehatan di Kota Medan. Ia menyatakan bahwa kebutuhan akan kamar rawat inap masih sangat tinggi, dan pihaknya sering kali menerima permintaan bantuan langsung dari masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Pemko Medan berencana untuk meningkatkan jumlah tempat tidur di rumah sakit, termasuk bagi pasien yang terdaftar dalam program BPJS. Saat ini, RSUD Dr. Pirngadi hanya memiliki sekitar 130 tempat tidur untuk pasien BPJS.
Peningkatan Fasilitas dan Alat Kesehatan
Selain menambah kapasitas tempat tidur, Pemko Medan juga berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas penunjang di RSUD Dr. Pirngadi. Ini termasuk pengadaan alat medis terbaru, seperti CT Scan dan layanan laboratorium yang lebih lengkap. Hal ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih komprehensif kepada pasien.
Peran Tenaga Kesehatan dalam Peningkatan Layanan
Zakiyuddin mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga kebersihan rumah sakit. “Bangunan bisa saja bagus dan alat kesehatan canggih, tetapi jika pelayanan buruk, semua itu tidak ada artinya. Oleh karena itu, kita perlu memperbaiki pelayanan terlebih dahulu,” ungkapnya di hadapan Plt. Direktur Utama RSUD Dr. Pirngadi, Mardohar Tambunan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini dan memanfaatkan program Universal Health Coverage (UHC). Dengan program ini, masyarakat dapat berobat hanya dengan menggunakan KTP. “Sekarang, dengan KTP saja, masyarakat sudah bisa mendapatkan layanan kesehatan. Ini adalah hal yang patut disyukuri. Harapan kita ke depan adalah layanan kesehatan dapat semakin baik dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya.***
➡️ Baca Juga: Cara Jualan Sprei dan Bedcover Custom Sesuai Ukuran Kasur
➡️ Baca Juga: Biskita Trans Pakuan Bogor Bakal Kembali Beroperasi Besok di 2 Koridor



