Syarah, Santriwati 14 Tahun yang Meraih Juara Kelas 48 Kilogram MHC

Di usia yang baru menginjak 14 tahun, Syarah Ratu Brilian telah mencatatkan namanya dalam dunia pencak silat dengan prestasi yang membanggakan. Santriwati asal Kabupaten Serang ini berhasil meraih Trophy Dandim 0602/Serang Cup dalam Kejuaraan Pencak Silat Maulana Hasanuddin Championship 3. Dengan mengalahkan lawan-lawannya di kelas F atau 48 kilogram kategori putri, Syarah menunjukkan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk meraih prestasi gemilang. Pertandingan berlangsung di Gedung Olahraga Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kota Serang, pada tanggal 26 September 2026, dan diikuti oleh 1.180 peserta dari berbagai daerah di Provinsi Banten.
Perjalanan Menggapai Prestasi
Keberhasilan Syarah tidak datang secara instan. Melalui latihan yang disiplin di Pondok Pesantren Persiman Darunnajah 3, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, ia telah mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai tantangan di gelanggang pencak silat. Dalam kompetisi yang ketat tersebut, Syarah mampu menunjukkan teknik yang telah diasah selama berbulan-bulan, membuktikan bahwa dedikasi dan kerja kerasnya membuahkan hasil.
“Alhamdulillah, saya sangat senang dan bersyukur bisa menjadi juara. Semua ini berkat latihan dan bimbingan dari para guru, serta dukungan dari orang tua,” ungkap Syarah dengan penuh rasa syukur setelah meraih kemenangan. Piala yang diterimanya bukan hanya sekadar sebuah penghargaan, melainkan simbol dari usaha dan ketekunan yang telah ia jalani bersamaan dengan tanggung jawabnya sebagai santriwati.
Menyeimbangkan Pendidikan dan Olahraga
Syarah adalah santriwati kelas 15 di Al Mansyur Darunnajah 3. Sebagai anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Ipda Gelar Haruma Negara, Kanit Intelkam Polresta Serang Kota, dan Linda Meilani Farida, ia memiliki tanggung jawab yang besar. Kesehariannya di pesantren diisi dengan kegiatan belajar dan latihan pencak silat yang harus dijalani dengan baik.
- Latihan pencak silat yang rutin dan terjadwal.
- Pengajaran dari guru dan pelatih yang berpengalaman.
- Kompetisi sebagai sarana untuk mengasah kemampuan.
- Dukungan dari keluarga dan lingkungan pesantren.
- Disiplin dalam manajemen waktu antara belajar dan berlatih.
Syarah menyadari bahwa menjadi seorang atlet tidak hanya menuntut kemampuan fisik, tetapi juga mental yang kuat. “Latihan memang terkadang melelahkan, tetapi saya menikmatinya. Saya ingin terus belajar dan memperbaiki kekurangan supaya ke depannya bisa meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya. Penyampaian ini mencerminkan tekadnya untuk terus berkembang dan tidak cepat puas.
Strategi dan Teknik dalam Pencak Silat
Keberhasilan Syarah dalam meraih juara kelas 48 kilogram tidak terlepas dari strategi dan teknik yang ia pelajari. Melalui pembinaan yang konsisten dari para guru dan pelatih di pesantren, ia mampu menguasai berbagai teknik dasar hingga tingkat lanjutan.
Dalam pertandingan, Syarah menunjukkan beberapa teknik utama yang menjadi andalannya:
- Teknik serangan cepat dan akurat.
- Defensif yang baik untuk menghindari serangan lawan.
- Penguasaan posisi dan gerakan yang lincah.
- Kemampuan membaca gerakan lawan.
- Strategi untuk memanfaatkan celah dalam pertahanan lawan.
Keahlian ini tidak hanya diperoleh dari latihan fisik, tetapi juga pemahaman teori yang diajarkan oleh pelatih. Syarah aktif mendiskusikan taktik dan teknik dengan teman-teman sesama atlet, sehingga memperluas wawasan dan keterampilannya.
Peran Keluarga dan Lingkungan
Dukungan dari keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam perjalanan Syarah. Ibunya, Linda Meilani Farida, selalu hadir memberikan dorongan dan motivasi. Sementara itu, ayahnya, Ipda Gelar Haruma Negara, memberikan arahan dan bimbingan yang diperlukan dalam menjalani kehidupan sebagai atlet dan pelajar.
Lingkungan pesantren juga memberikan kontribusi besar. Ketika berada di tengah teman-teman yang memiliki tujuan yang sama, Syarah merasa terinspirasi untuk terus berlatih dan berkompetisi. “Kami saling mendukung dan mendorong satu sama lain untuk mencapai impian,” terangnya. Semangat kolektif ini menjadi pendorong bagi setiap santriwati di pesantren untuk berprestasi.
Menghadapi Tantangan dan Tekanan
Tidak dapat dipungkiri bahwa perjalanan seorang atlet muda dipenuhi dengan tantangan dan tekanan. Syarah mengakui bahwa ada kalanya ia merasa lelah dan tertekan dengan tuntutan untuk berprestasi. Namun, ia selalu mencoba untuk memotivasi diri sendiri agar tetap fokus pada tujuan.
Salah satu cara yang ia lakukan adalah dengan menetapkan target-target kecil dalam setiap latihan dan kompetisi. “Dengan cara itu, saya bisa merasakan pencapaian meskipun kecil, dan itu membuat saya tetap semangat,” jelasnya. Pendekatan ini membantu Syarah untuk tetap berkomitmen dan tidak mudah menyerah menghadapi rintangan.
Harapan untuk Masa Depan
Syarah sangat optimis terhadap masa depannya dalam dunia pencak silat. Kemenangan di Kejuaraan Maulana Hasanuddin Championship 3 bukanlah akhir, melainkan langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. “Saya berharap ke depan bisa lebih berprestasi, membawa nama harum Provinsi Banten di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya penuh harapan.
Ia juga menyampaikan keinginan untuk membanggakan kedua orang tua dan daerahnya. Dengan semangat yang menggebu, Syarah bertekad untuk meningkatkan kemampuan dan terus berlatih. “Tentunya, saya ingin menjadi contoh bagi teman-teman dan adik-adik di pesantren untuk tidak takut bermimpi dan berjuang,” tambahnya.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Kisah Syarah Ratu Brilian adalah contoh nyata bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan yang tepat, siapa pun dapat mencapai impian mereka. Di usia muda, ia telah membuktikan bahwa pencak silat bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga sarana untuk membentuk karakter dan mental yang kuat.
Dengan prestasi yang telah diraihnya, Syarah menjadi inspirasi bagi banyak anak muda lainnya untuk mengejar mimpi. Ia ingin agar generasi penerus menyadari potensi diri mereka dan tidak ragu untuk berprestasi di berbagai bidang, termasuk olahraga.
Penutup
Di tengah ketatnya persaingan, Syarah Ratu Brilian tidak hanya mengukir prestasi di dunia pencak silat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif yang dapat dijadikan teladan. Kemenangan di kelas 48 kilogram dalam Kejuaraan Maulana Hasanuddin Championship 3 adalah bukti bahwa semangat dan ketekunan akan membuahkan hasil. Semoga Syarah terus melangkah maju, dan menjadi bintang yang bersinar di dunia pencak silat, serta menginspirasi banyak orang untuk mengikuti jejaknya.
➡️ Baca Juga: Aplikasi Bermanfaat untuk Mendukung Aktivitas Digital Tanpa Membebani Pengguna
➡️ Baca Juga: Camat Bambang Abdullah dan JOB Tomori Kolaborasi untuk Lestarikan Mangrove Pesisir Toili Barat