Konjen India Medan Fasilitasi Business Matching Aceh–India untuk Perdagangan Koridor Sabang–Nicobar

Pertumbuhan ekonomi dan hubungan perdagangan yang erat antara Indonesia, khususnya Aceh, dan India menjadi semakin penting dalam konteks global saat ini. Untuk mengeksplorasi potensi besar tersebut, Konsulat Jenderal India di Medan telah mengadakan sesi daring yang disebut Business Matching Aceh–India. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun koneksi langsung antara pelaku bisnis dari Aceh dan Kepulauan Andaman & Nicobar, serta menggali peluang perdagangan yang saling menguntungkan di sepanjang koridor strategis Sabang–Nicobar.
Pertemuan Daring Business Matching Aceh–India
Pada tanggal 20 April 2026, sesi daring ini dimulai tepat pukul 11.00 WIB. Pertemuan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia dan India yang memiliki ketertarikan dalam pengembangan hubungan perdagangan. Diskusi ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterhubungan strategis antara Aceh dan Kepulauan Andaman & Nicobar, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan konektivitas yang lebih baik untuk mendukung perdagangan bilateral.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pembicara dan peserta terkemuka dari berbagai lembaga, termasuk pemerintah, organisasi perdagangan, lembaga keuangan, serta sektor swasta dari kedua negara. Ini menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat hubungan ekonomi dan membuka peluang baru dalam perdagangan langsung antara Indonesia dan India.
Peserta dan Pembicara Utama
Di antara pembicara kunci dalam sesi ini adalah Mr. Marwan Nusuf, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh yang mewakili Gubernur Provinsi Aceh. Selain itu, Mr. Nugroho Priyo Pratomo dari ITPC Chennai, Mr. Iskandar Zulkarnain selaku Ketua BPKS Sabang, dan Mr. Zulkifli H. Adam, Wali Kota Sabang, turut hadir. Juga terdapat Mr. Rahmad Kudri, Direktur PT. Indatu Global Connection, serta Mr. Rashid Yusoof, Managing Director The Island Prince dan Presiden Nicobar Chamber of Commerce & Industry.
Selain itu, hadir pula perwakilan dari North & Middle Andaman Chamber of Commerce & Industry, Andaman Youth Chamber of Commerce & Industry, dan Thamizhan International. Acara ini diikuti oleh 41 peserta dari kedua negara, menunjukkan minat yang signifikan terhadap kolaborasi antara Aceh dan India.
Fokus pada Konektivitas dan Potensi Perdagangan
Sesi promosi bisnis dalam acara ini menampilkan presentasi menarik dari Mr. Rahmad Kudri dan Mr. Rashid Yusoof dengan tema utama “Konektivitas Sabang–Nicobar sebagai ‘Jembatan Emas’ untuk Peluang Perdagangan Langsung Indonesia–India.” Diskusi ini menekankan pentingnya kedekatan geografis antara Sabang dan Kepulauan Andaman & Nicobar sebagai faktor kunci untuk memperkuat hubungan perdagangan dan meningkatkan efisiensi logistik di kedua wilayah.
Mr. Iskandar Zulkarnain juga menyampaikan presentasi yang mengupas “Navigasi Perdagangan di Kawasan Perdagangan Bebas (FTZ) Sabang.” Di sini, ia menjelaskan berbagai kerangka regulasi yang ada, mekanisme operasional, serta tantangan yang dihadapi dalam memfasilitasi perdagangan internasional melalui Sabang. Beberapa poin penting dari presentasi ini meliputi:
- Ketentuan umum mengenai keluar-masuk barang.
- Tahapan prosedural dalam arus perdagangan di dalam FTZ.
- Insentif yang akan tersedia pada tahun 2026.
- Tantangan yang dihadapi dalam perdagangan internasional.
Interaksi dan Networking
Acara ini juga mengadakan sesi business matching interaktif dan tanya jawab, memberikan kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi secara langsung, berbagi wawasan, serta memperkenalkan produk dan layanan mereka. Sesi-sesi ini dirancang untuk menciptakan platform yang bernilai bagi pengembangan kemitraan dan identifikasi area konkret untuk kolaborasi di masa mendatang.
Pernyataan Konsul Jenderal India
Dalam sambutannya, Konsul Jenderal India di Medan, Mr. Ravi Shankar Goel, menekankan bahwa India merupakan salah satu tujuan utama ekspor bagi Provinsi Aceh. Berdasarkan data dari DPMPTSP Aceh, pada tahun 2025, ekspor dari Aceh ke India mencapai USD 485 juta dari total ekspor sebesar USD 649 juta, atau sekitar 74% dari total ekspor Aceh. Ini jelas menunjukkan besarnya potensi perdagangan yang ada antara kedua wilayah.
Mr. Goel juga menyoroti bahwa masih terdapat banyak peluang yang dapat dijelajahi lebih lanjut antara Aceh dan India, terutama dalam konteks Kepulauan Andaman dan Nicobar. Untuk memaksimalkan hasil dari kegiatan ini, formulir umpan balik dibagikan kepada semua peserta untuk mengumpulkan masukan, saran, dan rekomendasi terkait kegiatan serta tindak lanjut yang mungkin dilakukan.
Komitmen untuk Meningkatkan Hubungan Ekonomi
Inisiatif Business Matching Aceh–India ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat hubungan ekonomi dan membuka peluang baru bagi perdagangan langsung antara kedua negara. Melalui koridor strategis Sabang–Nicobar, diharapkan dapat tercipta sinergi yang positif yang menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya hubungan ini, diharapkan bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini dapat berlanjut dan menghasilkan kemitraan yang lebih kokoh serta peluang bisnis yang lebih luas di masa depan. Dengan demikian, Aceh dan India akan semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai mitra dagang yang saling menguntungkan dalam skala regional dan internasional.
Dengan harapan yang tinggi dan komitmen yang kuat, kolaborasi antara Aceh dan India melalui inisiatif bisnis ini akan menjadi langkah awal menuju era baru perdagangan yang lebih baik dan lebih efisien bagi kedua belah pihak. #IndiaIndonesiaMitraSelamanya
➡️ Baca Juga: PS5 Pro bakal rilis 2025 dengan GPU RDNA 3 ini 9 fakta yang harus lo tahu
➡️ Baca Juga: Kemacetan Total di Pelabuhan Priok: Lalu Lintas Arah Pelabuhan Macet




