Tim Evaluasi PKK Provsu Laksanakan Penilaian Tiga Kategori di Tapanuli Selatan

Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 pada tahun 2026, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan evaluasi di dua desa dan satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026, dan bertujuan untuk menilai kinerja serta potensi desa dalam berbagai aspek pemberdayaan masyarakat.
Pentingnya Evaluasi PKK di Tapanuli Selatan
Evaluasi yang dilaksanakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat yang dikeluarkan oleh Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Nomor 71/Skr/PKK Prov/VII/2026, yang diterbitkan pada tanggal 28 Juli 2026. Kegiatan ini mencakup penilaian tiga kategori berbeda yang dilaksanakan di lokasi-lokasi strategis di Tapanuli Selatan. Dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat, evaluasi ini juga berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan kinerja PKK di daerah tersebut.
Detail Kategori dan Lokasi Penilaian
Penilaian untuk kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK diadakan di Desa Sugi, Kecamatan Marancar. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, serta Ketua TP PKK Tapsel, Ny. Murni Gus Irawan. Selanjutnya, evaluasi untuk kategori lainnya berlangsung di Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayurmatinggi, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga dan Staf Ahli PKK, Ny. Zakia Jafar Syahbuddin Ritonga. Sementara itu, kategori IVA Test dilaksanakan di Kecamatan Muara Batang Toru, di mana Sekretaris Daerah Sofyan Adil Siregar dan Ketua Bidang II TP PKK, Ny. Ira Sofyan Adil Siregar, turut hadir.
Kegiatan evaluasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa/lurah, kader TP PKK, Forkopimcam, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Kehadiran tim evaluasi dari TP PKK Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmen dalam meningkatkan kinerja PKK di tingkat desa.
Tujuan dan Harapan dari Evaluasi
Ketua Tim Evaluasi Desa Binaan UP2K PKK Provinsi Sumatera Utara, Rika Astri Sari Siregar, dalam sambutannya menyampaikan pesan dari Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Ny. Kahiyang Ayu Bobby Afif Nasution. Ia menegaskan bahwa evaluasi ini adalah bagian dari proses pembinaan yang telah melalui serangkaian tahapan, mulai dari penilaian administrasi, verifikasi dokumen, hingga monitoring lapangan.
Lebih jauh, Rika menekankan bahwa tujuan evaluasi ini bukan hanya untuk menetapkan desa atau kecamatan terbaik, melainkan juga untuk memperkuat proses pembinaan, mendorong inovasi, dan meningkatkan peran PKK dalam memberdayakan keluarga dan masyarakat. Harapannya, desa dan kecamatan yang berpartisipasi dalam evaluasi ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk terus melaksanakan 10 Program Pokok PKK dengan berkelanjutan.
Peran Bupati dalam Pemberdayaan
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi atas kehadiran Tim Evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara di Desa Sugi. Ia menilai bahwa kegiatan evaluasi tersebut berfungsi sebagai pemacu semangat bagi desa untuk terus berinovasi dalam hal pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bupati berharap Desa Sugi dapat menjadi teladan bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi lokal yang ada, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. “Visi Tapanuli Selatan adalah sejahtera. Oleh karena itu, saya berharap Desa Sugi bisa menjadi role model bagi desa lain dalam meningkatkan ekonomi keluarga,” ungkap Gus Irawan.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat yang Berkelanjutan
Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan saat ini sedang mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian dan peternakan yang terintegrasi. Salah satu langkah yang diambil adalah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tidak terpakai untuk ditanami komoditas produktif, seperti jagung.
Untuk mendukung program ini, pemerintah daerah juga telah menyediakan akses pembiayaan melalui Bank Sumut dengan skema bunga 0 persen pada tahun pertama. Setelah itu, bunga pinjaman akan meningkat secara bertahap, namun tetap dalam tingkat yang terjangkau.
Pentingnya Pendampingan dalam Proses Pemberdayaan
Bupati menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya dapat dilakukan dengan memberikan bantuan modal. Proses tersebut harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari produksi hingga pemasaran. “Dari A sampai Z kita kawal. Model produksinya disiapkan, masyarakat diberdayakan, bahkan pasarnya juga harus kita siapkan,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga memberikan apresiasi kepada TP PKK Tapanuli Selatan dan OPD terkait yang telah melakukan pembinaan secara serius terhadap desa binaan. Menurutnya, keberhasilan program tidak seharusnya hanya diukur dari perolehan juara, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat.
Keberhasilan Melalui Kolaborasi
“Ini bukan sekadar untuk mengejar juara. Saya selalu mengatakan bahwa kita tidak hanya mengejar prestasi. Lebih penting lagi adalah manfaat yang dihasilkan. Kita harus mengukur tidak hanya output, tetapi juga outcome, yaitu dampak dari setiap kegiatan yang kita laksanakan untuk masyarakat,” tegas Gus Irawan.
Ketua TP PKK Tapanuli Selatan, Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, menegaskan bahwa Desa Sugi dapat mengikuti tahap evaluasi setelah melalui proses pembinaan dan pendampingan yang berkesinambungan dari TP PKK Kabupaten, Kecamatan, Desa, serta OPD terkait. Ia mengapresiasi semua kader PKK, pemerintah desa, dan masyarakat Desa Sugi yang telah berupaya keras untuk mengembangkan potensi lokal menjadi produk dengan nilai ekonomi.
Transformasi Melalui UP2K PKK
Ny. Murni menegaskan bahwa UP2K PKK bukan sekadar kegiatan untuk menghadapi kompetisi atau evaluasi, tetapi merupakan bagian dari inisiatif PKK untuk membuka ruang bagi keluarga agar lebih produktif dan mandiri. “Dari keterampilan seorang ibu, kita tumbuhkan usaha. Dari potensi desa, kita ciptakan produk. Dari produk, kita bangun nilai ekonomi, dan dari usaha yang berkembang, kita harapkan lahir keluarga yang lebih mandiri dan sejahtera,” ungkapnya.
Ia juga mencontohkan berbagai produk lokal yang dihasilkan oleh Desa Sugi, termasuk kopi dan berbagai olahan dari kelompok UP2K PKK. Produk-produk ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh sehingga dapat menembus pasar yang lebih luas. “Kami berharap semangat dan pembinaan UP2K PKK di Desa Sugi tidak berhenti setelah evaluasi. Sebaliknya, evaluasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat usaha masyarakat agar berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga,” harapnya.
Rangkaian Evaluasi PKK Provinsi Sumatera Utara 2026
Evaluasi PKK Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 dilakukan terhadap desa dan kelurahan yang telah ditetapkan sebagai nominasi hasil monitoring pada berbagai kategori, seperti Tertib Administrasi PKK, UP2K PKK, Aku Hatinya PKK, dan IVA Test. Kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk menentukan pelaksana terbaik sekaligus mengukur keberhasilan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, serta menilai inovasi, kreativitas, dan keberlanjutan program yang telah dilaksanakan.
Selain itu, evaluasi ini juga menilai kemampuan kader dalam memaparkan kegiatan serta optimalisasi pemanfaatan aplikasi SIPANDA sebagai sistem pelaporan dan pengelolaan data PKK. Melalui evaluasi ini, TP PKK Provinsi Sumatera Utara berharap gerakan PKK semakin mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan keluarga yang berdaya, mandiri, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.
➡️ Baca Juga: Latihan Daya Tahan Otot untuk Meningkatkan Kinerja Aktivitas Fisik Anda
➡️ Baca Juga: Bank Sumut Tingkatkan Digitalisasi Keuangan Daerah untuk Optimalisasi PAD di Tanjungbalai, Asahan, dan Batu Bara