pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

slot gacor depo 10k slot depo 10k
Batam

PWI Kepri Menegaskan Tanggung Jawab Etik Wartawan di OKK 2026, Kartu Pers Bukan Alat Pelanggaran Hukum

Di tengah gelombang kemajuan teknologi dan informasi yang semakin pesat, tantangan bagi para wartawan dalam menjaga etika dan perilaku profesional semakin mendesak. Dalam upaya untuk menjawab tantangan ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau mengadakan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Angkatan Pertama 2026. Acara ini diselenggarakan di Meeting Room Lantai 3 Hotel Harmoni One, Batam, pada 17 September 2026. PWI Kepri dengan tegas menegaskan bahwa integritas, etika, dan tanggung jawab moral merupakan fondasi penting bagi setiap insan pers.

Agenda Strategis PWI Kepri

Pelaksanaan OKK ini merupakan bagian integral dari rangkaian kegiatan PWI Kepri menjelang akhir tahun 2026. Selain mengadakan acara orientasi, PWI Kepri juga melaksanakan pengukuhan kembali pengurus untuk sisa masa bakti 2023–2028. Tak hanya itu, mereka juga bersiap untuk menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dijadwalkan pada 17–18 September 2026 di Balairungsari BP Batam.

Acara bersejarah ini dibuka oleh Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir, yang turut menghadirkan pengurus PWI Pusat lainnya untuk memberikan pelatihan mendalam kepada peserta. Dalam sesi ini, para peserta diberikan pemahaman yang komprehensif mengenai etika dan tanggung jawab wartawan.

Pentingnya Sertifikat OKK

Wakil Ketua Bidang OKK PWI Kepri, Tunggul Manurung, yang juga bertindak sebagai moderator acara, menjelaskan bahwa sertifikat OKK kini menjadi syarat administratif yang wajib dimiliki bersamaan dengan Kartu UKW untuk status keanggotaan. Hal ini menandakan pentingnya peningkatan kompetensi dan pemahaman etika bagi setiap wartawan.

Pembekalan Materi Mendalam

Pembekalan yang diberikan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari fungsi administratif, kognitif, hingga konsolidasi organisasi. Materi yang disampaikan juga mencakup pemahaman hukum dan etika jurnalistik, yang sangat diperlukan untuk menjaga profesionalisme di bidang ini.

Dalam sesi materi yang disampaikan, Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum PWI Pusat, Anrico Pasaribu, mengingatkan para peserta tentang batasan kebebasan pers. Ia menegaskan bahwa kebebasan yang dimiliki oleh pers bukanlah tanpa batas dan harus diimbangi dengan tanggung jawab.

Pesan Penting dari Anrico Pasaribu

“Memiliki kartu pers tidak menjadikan tindakan ancaman, pemerasan, atau pelanggaran hukum lainnya dapat dibenarkan,” tegas Anrico di hadapan peserta saat membahas dinamika advokasi hukum dan pelaporan dalam dunia kewartawanan. Pesannya jelas: setiap wartawan harus memahami bahwa hak yang dimiliki harus dijalankan dengan etika yang tinggi.

Kesadaran Jati Diri Wartawan

Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Zulkifli Gani Ottoh, yang akrab disapa Zugito, menyoroti tujuan utama dari OKK. Ia menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membangun kesadaran penuh akan jati diri dan tanggung jawab seorang wartawan. Setiap anggota diharapkan dapat memahami batas perilaku, baik saat meliput di lapangan, berinteraksi di media sosial, maupun di ruang digital.

Tanggung Jawab Wartawan dalam Karya Jurnalistik

Zugito menambahkan bahwa Kartu Tanda Anggota (KTA) PWI merupakan simbol identitas yang membawa tiga pilar tanggung jawab utama. Pilar-pilar tersebut meliputi:

  • Menghasilkan karya jurnalistik yang profesional.
  • Mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
  • Tunduk pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan keputusan organisasi.

Diskusi Interaktif dalam Kegiatan OKK

Acara ini dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang membahas berbagai topik, termasuk jenjang karir jurnalistik, tata kelola bisnis media, dan upaya menciptakan lingkungan kerja pers yang sehat secara ekonomi serta terlindungi secara hukum. Diskusi ini memungkinkan para peserta untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam praktik kewartawanan mereka.

Dengan adanya kegiatan ini, PWI Kepri berharap dapat membentuk wartawan yang tidak hanya kompeten dalam menghasilkan berita, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan tanggung jawab etik wartawan. Dalam dunia yang semakin kompleks, di mana informasi dapat dengan mudah disebarkan, pemahaman akan etika jurnalistik menjadi lebih penting dari sebelumnya.

Sebagai penutup, pelaksanaan OKK ini merupakan langkah signifikan bagi PWI Kepri dalam mendukung perkembangan profesi jurnalistik yang profesional. Melalui kegiatan ini, diharapkan para wartawan dapat lebih memahami tanggung jawab etik mereka dan menjalankan tugasnya dengan integritas yang tinggi. Sebab, pada akhirnya, reputasi dan kredibilitas media sangat bergantung pada etika yang dijunjung oleh para wartawannya.

    ➡️ Baca Juga: Program Gym Mingguan untuk Progres Latihan yang Terstruktur dan Terukur Setiap Hari

    ➡️ Baca Juga: Dewan Rekomendasikan Pemecatan Kepling Harjosari II Terkait Dugaan Pemotongan BLT Kesra

    Related Articles

    Back to top button