pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

slot gacor depo 10k slot depo 10k
indeks pertanamanKabupaten Luwuketahanan panganLuwuOptimalisasi LahanPanen PadiPertanian IndonesiaProduktivitas Pertanian

Panen Padi Rante Damai Tembus 8,9 Ton per Hektare

— Paragraf 1 —

LiteX.co.id, Luwu – Panen padi dengan produktivitas mencapai 8,9 ton per hektare di Desa Rante Damai, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, menjadi perhatian masyarakat.

— Paragraf 2 —

Capaian tersebut dinilai menunjukkan bahwa produktivitas pertanian masih dapat ditingkatkan meski petani menghadapi tantangan kemarau.

— Paragraf 3 —

Panen perdana lahan reguler dan Optimalisasi Lahan (Oplah) masa tanam April–September 2026 tersebut berlangsung di lahan Kelompok Tani Taman Harapan, Desa Rante Damai, Kamis (17/9/2026).

— Paragraf 4 —

Masyarakat mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Luwu yang terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui program Oplah, termasuk pendampingan kepada petani dan penyuluh pertanian.

— Paragraf 5 —

Pada panen tersebut, petani menggunakan varietas padi Ciherang.

— Paragraf 6 —

Berdasarkan laporan teknis Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, produktivitas riil pertanaman mencapai 8,9 ton per hektare, sedangkan hasil ubinan mencapai 11,2 ton per hektare.

— Paragraf 7 —

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa optimalisasi lahan dan pendampingan kepada petani dapat memberikan hasil positif dalam peningkatan produksi padi.

— Paragraf 8 —

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Moch. Arsal Arsyad, mengatakan Kabupaten Luwu memperoleh program Oplah dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada 2025.

— Paragraf 9 —

Program tersebut mencakup optimalisasi lahan rawa seluas 1.708 hektare dan lahan nonrawa seluas 861 hektare.

— Paragraf 10 —

Pelaksanaannya diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian, produktivitas, serta indeks pertanaman (IP).

— Paragraf 11 —

“Tujuan utama kegiatan Oplah ini adalah meningkatkan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200, dengan target akhir mencapai IP 300,” ujar Moch. Arsal Arsyad.

— Paragraf 12 —

Khusus di Kecamatan Walenrang Timur, kata Arsal, program Oplah telah mendorong peningkatan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200.

— Paragraf 13 —

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras petani serta pendampingan yang dilakukan para penyuluh pertanian di lapangan.

— Paragraf 14 —

Sementara itu, Bupati Luwu, H. Patahudding, menekankan pentingnya memastikan ketersediaan air untuk mendukung peningkatan indeks pertanaman.

— Paragraf 15 —

Ia meminta para penyuluh pertanian bersama kepala desa segera mengidentifikasi wilayah yang mengalami kekeringan, sehingga persoalan kebutuhan air dapat ditangani lebih cepat.

— Paragraf 16 —

“Untuk mencapai target IP 300, persoalan utama adalah air. Karena itu, saya meminta agar daerah-daerah yang mengalami kekeringan segera diidentifikasi,” kata Patahudding.

— Paragraf 17 —

Selain persoalan air, Bupati juga menyebut adanya program PMAS di Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, dengan luasan sekitar 500 hektare yang diarahkan untuk mendukung pencapaian IP 300.

— Paragraf 18 —

Ia juga berharap dukungan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), baik untuk kebutuhan prapanen maupun pascapanen, dapat terus diperkuat.

— Paragraf 19 —

Patahudding menargetkan penanaman padi kembali dimulai pada November mendatang.

— Paragraf 20 —

Dengan demikian, peningkatan indeks pertanaman hingga IP 250 diharapkan dapat dicapai secara bertahap.

— Paragraf 21 —

Ia menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian dengan mendorong petani tetap mengolah lahan sawah.

— Paragraf 22 —

“Tidak ada alasan petani tidak turun mengolah sawah. Kita harus terus mendorong produktivitas pertanian dan memastikan lahan dapat dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.

— Paragraf 23 —

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Dr. Ismaya Nita Rianti Parawansa, turut mengapresiasi kondisi pertanian Kabupaten Luwu yang dinilai masih hijau dan memiliki lahan subur.

— Paragraf 24 —

Ia menilai peningkatan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200 merupakan perkembangan positif bagi sektor pertanian Luwu.

— Paragraf 25 —

Polbangtan Gowa, kata dia, merupakan institusi binaan Kementerian Pertanian yang telah melahirkan banyak alumni sebagai penyuluh pertanian, termasuk yang kini bertugas di Kabupaten Luwu.

— Paragraf 26 —

Dukungan sumber daya manusia dan pendampingan penyuluh tersebut diharapkan dapat terus memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Luwu.

    ➡️ Baca Juga: Bupati Luwu Patahudding Ikuti Silaturahmi Pemprov Sulsel untuk Perkuat Sinergi Daerah

    ➡️ Baca Juga: Analisis Dasar Price Action Cryptocurrency untuk Pemahaman yang Lebih Mendalam

    Back to top button