Polri Tindak Tegas Dalam Penanganan Karhutla, Ajak Masyarakat Berperan Aktif

Jakarta – Dalam menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), upaya yang dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah mendapatkan pengakuan positif dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Koordinator Presidium Persatuan Pemuda Aceh Serantau dan Ketua DPN Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI), Rifqi Maulana, yang menilai langkah-langkah yang diambil Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam penanganan karhutla.
Pendekatan Komprehensif dalam Penanganan Karhutla
Rifqi menggarisbawahi bahwa tindakan Polri tidak hanya terbatas pada pemadaman api di lapangan, tetapi juga mencakup sejumlah strategi lainnya. Ini termasuk pemantauan titik panas, upaya pencegahan, serta penegakan hukum terhadap mereka yang terbukti melakukan pelanggaran. Dengan pendekatan yang menyeluruh ini, Polri menunjukkan komitmen untuk tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melindungi ekosistem dan masyarakat dari dampak negatif karhutla.
“Api membara dan suhu meningkat, tetapi anggota Polri bersama dengan pihak terkait lainnya terus berupaya. Mereka tidak hanya memadamkan api, tetapi juga memantau titik-titik rawan dan menjaga agar situasi tetap aman. Ini lebih dari sekadar memadamkan api; ini adalah tentang menjaga udara bersih, melindungi hutan, dan menyelamatkan kehidupan masyarakat,” ujar Rifqi dalam pernyataannya.
Penegakan Hukum yang Efektif
Rifqi juga menyampaikan apresiasi terhadap tindakan tegas Polri dalam penegakan hukum terkait karhutla. Data menunjukkan bahwa sebanyak 72 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam berbagai kasus kebakaran hutan dan lahan di seluruh Indonesia. Menurutnya, angka ini mencerminkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berhenti pada upaya pemadaman, tetapi juga mencakup aspek penegakan hukum yang penting untuk memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Ketegasan dalam penegakan hukum harus berjalan seiring dengan upaya pencegahan. Polri sudah menunjukkan kerja nyata dalam hal ini. Oleh karena itu, kita semua perlu memberikan dukungan agar upaya penanganan karhutla menjadi lebih efektif, profesional, dan berkelanjutan,” tambah Rifqi.
Peran Masyarakat dalam Penanganan Karhutla
Rifqi menekankan pentingnya dukungan dari seluruh elemen masyarakat terhadap kepemimpinan Polri dalam menangani masalah karhutla. Ia menyatakan bahwa keberhasilan dalam penanganan karhutla tidak hanya dapat diukur dari jumlah titik api yang berhasil dipadamkan atau jumlah tersangka yang diproses hukum. Lebih dari itu, keberhasilan harus dilihat dari kemampuan semua pihak untuk menyusun sistem pencegahan yang efektif agar kebakaran tidak terus-terusan terjadi.
“Kapolri dan jajaran sudah bekerja keras di garis depan. Namun, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Masyarakat juga harus berperan aktif. Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Rifqi.
Meningkatkan Kesadaran Masyarakat
Rifqi mendorong agar kesadaran masyarakat terhadap mitigasi karhutla ditingkatkan, terutama di wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran. Menurutnya, masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga lingkungan, antara lain dengan cara:
- Menjaga kepedulian terhadap lingkungan sekitar
- Menolak praktik pembakaran lahan secara sembarangan
- Melindungi kawasan hutan dan lahan
- Segera melaporkan jika menemukan titik api atau aktivitas mencurigakan yang dapat memicu kebakaran
- Berpartisipasi dalam program-program mitigasi dari pemerintah dan organisasi lokal
“Tugas mereka adalah memadamkan api, sementara kita berperan dalam menjaga. Jangan sampai semua usaha personel di lapangan sia-sia hanya karena kurangnya kesadaran kita. Mitigasi harus menjadi gerakan kolektif,” ujarnya.
Kolaborasi untuk Penanganan yang Lebih Baik
Rifqi juga menekankan perlunya memperkuat kolaborasi antara Polri, pemerintah pusat dan daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta organisasi kepemudaan. Sinergi ini penting untuk membangun sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap karhutla. Ia percaya bahwa pendekatan kolaboratif akan membuat penanganan karhutla menjadi lebih efektif karena menggabungkan penegakan hukum, pencegahan, edukasi, mitigasi, dan partisipasi publik.
“Kerja nyata Polri harus diapresiasi. Ketegasan Kapolri dalam menangani isu karhutla secara serius adalah bagian dari komitmen untuk menjaga kepentingan masyarakat dan lingkungan. Sekarang, tugas kita adalah memperkuat upaya tersebut dengan kesadaran dan tindakan nyata,” pungkas Rifqi.
Pentingnya Pelestarian Hutan
Bagi Rifqi, menjaga hutan bukan hanya soal melindungi pohon-pohon, tetapi juga menjaga kualitas udara, kesehatan masyarakat, ekosistem, dan masa depan generasi mendatang. Dengan demikian, penanganan karhutla bukan hanya menjadi tugas Polri atau pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
Dalam konteks ini, penting bagi setiap individu untuk memahami bahwa tindakan kecil, seperti tidak membakar sampah sembarangan atau melaporkan potensi kebakaran, dapat memberikan dampak yang signifikan dalam pencegahan karhutla. Seiring dengan upaya yang dilakukan oleh Polri dan pemerintah, partisipasi aktif masyarakat akan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bersih dari kebakaran hutan dan lahan.
➡️ Baca Juga: Bupati Melantik Pejabat Administrator dan Pengawas: Langkah Strategis dalam Struktur Pemerintahan
➡️ Baca Juga: Nasib Koridor 5 dan 6 Biskita Trans Pakuan Masih Belum Jelas
