Danrem 131/Santiago dan Pangdam XIII/Merdeka Tinjau Jembatan Perintis Garuda di Minahasa Utara

Dalam upaya mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah Sulawesi Utara, Jembatan Perintis Garuda menjadi sorotan utama. Pada Rabu, 2 September 2026, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi bersama Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus melakukan peninjauan langsung terhadap jembatan ini yang terletak di Desa Kokoleh Satu, Kecamatan Likupang Selatan, Kabupaten Minahasa Utara. Kunjungan ini tidak hanya bertujuan untuk menilai keadaan fisik jembatan, tetapi juga untuk memastikan bahwa infrastruktur ini dapat berfungsi dengan baik demi meningkatkan mobilitas masyarakat setempat.
Pentingnya Peninjauan Infrastruktur
Peninjauan yang dilakukan oleh kedua pejabat tinggi TNI ini mencerminkan keseriusan dalam memastikan kualitas infrastruktur yang ada. Jembatan Perintis Garuda diharapkan tidak hanya menjadi jalur transportasi, tetapi juga menjadi simbol kemajuan bagi masyarakat sekitar. Dengan kondisi yang baik, jembatan ini akan mendukung kelancaran akses antarwilayah dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Komitmen TNI Dalam Pembangunan Daerah
Salah satu momen menarik dalam kunjungan ini adalah ketika Pangdam XIII/Merdeka dan Danrem 131/Santiago bersama Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menyeberangi jembatan dengan berjalan kaki. Tindakan ini menunjukkan komitmen TNI dalam mengawasi dan memastikan bahwa semua program pembangunan berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
- Menjamin kekuatan konstruksi jembatan.
- Memastikan bahwa infrastruktur aman untuk digunakan.
- Mengawasi proses pembangunan agar tepat waktu.
- Menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah.
- Mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Prioritas Keselamatan Masyarakat
Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi menekankan bahwa keselamatan masyarakat adalah hal yang utama. Dengan demikian, semua proyek pembangunan infrastruktur, termasuk Jembatan Perintis Garuda, harus memenuhi standar tinggi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna. Masyarakat berhak mendapatkan fasilitas yang tidak hanya berfungsi, tetapi juga aman untuk digunakan sehari-hari.
Dampak Jembatan Perintis Garuda
Jembatan ini diharapkan dapat mengurangi waktu tempuh antara wilayah yang berbeda, sehingga aksesibilitas bagi daerah-daerah terpencil dapat ditingkatkan. Dalam pernyataannya, Danrem menyatakan, “Kehadiran Jembatan Perintis Garuda diharapkan mampu memangkas waktu tempuh antarwilayah sekaligus membuka isolasi geografis bagi daerah-daerah terpencil di sekitarnya.” Dengan demikian, jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai jembatan menuju kemajuan ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Partisipasi Stakeholder Dalam Proyek Ini
Kegiatan peninjauan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting lainnya, seperti Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Saptono Syiwarudi, Aster Kasdam XIII/Merdeka Kolonel Inf Daniel Lalawi, serta Kazidam XIII/Merdeka Kolonel Czi Karter Joyi Lumi. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan yang kuat dari berbagai pihak dalam memastikan bahwa Jembatan Perintis Garuda dapat beroperasi dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Langkah Selanjutnya untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Perintis Garuda menjadi bagian integral dalam rencana pembangunan berkelanjutan di Minahasa Utara. Dengan dukungan dari TNI dan pemerintah daerah, diharapkan proyek ini dapat berlangsung dengan lancar dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi seluruh warga. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
Kesimpulan
Melalui peninjauan yang dilakukan oleh Danrem 131/Santiago dan Pangdam XIII/Merdeka, terlihat bahwa TNI memiliki peran penting dalam pengawasan pembangunan infrastruktur. Jembatan Perintis Garuda adalah contoh nyata bagaimana infrastruktur dapat berfungsi sebagai penghubung dan pendorong kemajuan bagi masyarakat. Dengan perhatian yang serius terhadap keselamatan dan kualitas, diharapkan jembatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi komunitas di sekitarnya.
➡️ Baca Juga: Ketua Persit Daerah Merdeka Hadiri Penutupan Dikmaba Infanteri TNI AD Gel II Tahun 2026 di Minsel
➡️ Baca Juga: Gelar Guru Besar: Antara Prestasi dan Kontroversi




