Kemendag Kembangkan InaExport Sebagai Ekosistem B2B, PTPN IV PalmCo Tingkatkan Akses Pasar Ekspor

Dalam upaya untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global, Kementerian Perdagangan telah meluncurkan pengembangan platform digital InaExport. Platform ini kini bertransformasi dari sekadar portal informasi perdagangan menjadi sebuah ekosistem layanan ekspor yang menghubungkan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai belahan dunia. Pengembangan ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kerjasama antara Kementerian Perdagangan dan 19 mitra, termasuk PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo), di Jakarta baru-baru ini.
Transformasi InaExport: Dari Portal Informasi Menjadi Ekosistem B2B
Kerjasama ini dirancang untuk memperluas akses ke pasar ekspor bagi berbagai pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga perusahaan perkebunan besar. Dengan perubahan fokus ini, InaExport berfungsi sebagai fasilitator dalam transaksi bisnis B2B, menjadikan platform ini lebih dari sekadar sumber informasi perdagangan.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh pelaku usaha di Indonesia bukan hanya dalam hal produksi, tetapi juga dalam menemukan pasar yang tepat untuk produk mereka di luar negeri.
“Kita memiliki banyak produk berkualitas, namun kita memerlukan etalase untuk mempromosikannya,” ungkap Budi saat acara soft launching InaExport di Kementerian Perdagangan, Jakarta.
Konsep Discovery Commerce
Menurut Menteri Budi, pengembangan InaExport mengadopsi konsep discovery commerce, yang memanfaatkan teknologi digital untuk menghubungkan produk dengan pelanggan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik pasar yang berbeda.
“Dengan InaExport, kami menerapkan konsep discovery commerce, di mana produk lokal secara aktif mencari pelanggan melalui algoritma digital,” tambahnya.
Perluasan Pasar Komoditas Perkebunan
Untuk PTPN IV PalmCo, kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan dituangkan dalam kesepakatan mengenai sinergi pengembangan ekspor produk perkebunan. Kesepakatan ini ditandatangani bersama Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag.
Ruang lingkup kerjasama meliputi pengembangan dan perluasan pasar ekspor untuk sejumlah komoditas perkebunan yang dikelola oleh perusahaan, termasuk kelapa sawit, teh, kopi, karet, dan gambir. Selain itu, kerjasama ini juga mencakup kegiatan promosi dagang bersama.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, menjelaskan bahwa akses ke jaringan pasar internasional merupakan salah satu kebutuhan vital bagi perusahaan perkebunan yang berorientasi ekspor.
“Kesepakatan dengan Ditjen PEN Kemendag ini memberi kami akses terintegrasi ke ekosistem InaExport,” ujar Jatmiko.
Manfaat Terintegrasi untuk Komoditas Perkebunan
Jatmiko menambahkan bahwa integrasi ini dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan komoditas perkebunan dengan calon pembeli internasional yang telah terverifikasi. PTPN IV PalmCo juga berencana menggunakan kerjasama promosi dagang dengan Kemendag untuk memperluas pasar ekspor mereka.
“Kami berharap komoditas unggulan kami seperti kelapa sawit, teh, dan kopi dapat terhubung dengan pembeli internasional yang terverifikasi dengan lebih efisien,” jelasnya.
Layanan Utama dalam InaExport
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, mengungkapkan bahwa transformasi InaExport mencakup lima layanan utama yang dirancang untuk mendukung pelaku usaha dalam kegiatan ekspor.
- Asesmen kesiapan ekspor melalui fitur Cek Ekspor.
- Sandbox dan chatbot simulasi biaya melalui kalkulator ekspor.
- Layanan inquiry untuk menghubungkan permintaan pembeli dengan eksportir.
- Dashboard intelijen pasar yang menyediakan data dan analisis.
- Integrasi dengan layanan pendukung, seperti logistik dan pembiayaan.
Fajarini mencatat bahwa penggunaan InaExport menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Hingga September 2026, jumlah pengakses platform ini mencapai 866.000, meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Anggota yang telah terverifikasi juga mencapai sekitar 15.000.
Tujuan Penandatanganan Kerjasama
“Penandatanganan hari ini dengan 19 mitra bertujuan untuk mengintegrasikan data informasi, program pembinaan, serta fasilitas promosi dari berbagai institusi dalam satu pintu,” tambah Fajarini.
Kementerian Perdagangan menargetkan InaExport dapat beroperasi secara penuh pada 5 Oktober 2026. Pengembangan platform ini diharapkan dapat membantu eksportir mengatasi berbagai masalah dalam mengembangkan pasar luar negeri, termasuk keterbatasan informasi pasar, pemenuhan regulasi, serta akses ke calon pembeli internasional.
Pentingnya Integrasi dalam Ekosistem Digital
Bagi perusahaan perkebunan seperti PTPN IV PalmCo, integrasi layanan perdagangan dan promosi dalam satu ekosistem digital menjadi saluran strategis untuk memperluas jaringan pasar bagi komoditas perkebunan Indonesia. Dengan memanfaatkan platform InaExport, diharapkan produk Indonesia dapat lebih mudah diakses oleh pasar internasional.
Dengan adanya dukungan dari Kementerian Perdagangan dan kolaborasi dengan berbagai mitra, harapannya InaExport dapat menjadi jembatan yang efektif bagi pelaku usaha Indonesia untuk meraih peluang ekspor yang lebih luas.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan Indonesia dapat lebih berdaya saing di pasar global dan produk-produk unggulan Indonesia dapat dikenal di seluruh dunia.
➡️ Baca Juga: Latihan Gym Efektif untuk Meningkatkan Kesehatan Tubuh Anda secara Optimal
➡️ Baca Juga: Sinergi RSUP Kandou dan Petugas Keamanan dalam Acara Buka Puasa Bersama yang Bermakna