Sinergi Geuchik M. Jufran dan Pemuda Meunasah Ketapang dalam Santunan Anak Yatim dan Kenduri Maulid

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momen spiritual bagi umat Islam, tetapi juga kesempatan untuk berbagi dan menunjukkan kepedulian sosial kepada sesama, terutama kepada anak-anak yatim. Di Meunasah Ketapang, Desa Teupin Punti, masyarakat setempat berhasil menyelenggarakan acara yang menggabungkan perayaan keagamaan dengan kegiatan sosial, berupa santunan anak yatim, pada Minggu, 13 September 2026. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemimpin desa dan generasi muda dapat menciptakan dampak positif bagi komunitas.
Sinergi dalam Pelaksanaan Acara
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari kolaborasi yang solid antara Geuchik desa, aparat pemerintah, dan pemuda setempat. Dimulai sejak pagi hari, acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan agenda utama yaitu penyantunan kepada 30 anak yatim yang berlangsung di Meunasah Ketapang. Melalui kerja sama yang erat, semua pihak terlibat untuk memastikan rangkaian acara berjalan dengan lancar dan penuh semangat.
Penyerahan Santunan
Geuchik Desa Teupin Punti, M. Jufran, memimpin langsung penyerahan santunan yang terdiri dari uang tunai serta paket bantuan. Kehadiran beliau dan jajaran aparat desa menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung kegiatan sosial ini. Momen ini bukan hanya sekadar penyerahan bantuan, tetapi juga simbol dari kepedulian dan kasih sayang terhadap anak-anak yang membutuhkan.
Pernyataan Pemuda Setempat
M. Ryki Saputra, seorang tokoh pemuda di Meunasah Ketapang, mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh seluruh warga. Ia menekankan bahwa keterlibatan pemuda dalam acara ini sangat krusial. Mereka bekerja sama dengan perangkat gampong di bawah arahan Geuchik untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.
- Semangat persaudaraan yang luar biasa
- Kerja sama antara pemuda dan perangkat desa
- Komitmen untuk membantu anak-anak yatim
- Persiapan matang sebelum acara
- Kesuksesan acara sebagai cerminan kekompakan
Puncak Peringatan Maulid Nabi
Setelah agenda penyantunan di pagi hari, suasana kekompakan kembali mengemuka pada sore hari. Pukul 16.00 WIB, warga berkumpul di halaman meunasah untuk merayakan puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam merayakan hari besar ini bersama-sama.
Rangkaian Acara Keagamaan
Acara sore hari diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan yang sarat makna. Di antaranya adalah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, zikir, dan lantunan selawat yang menggema di seluruh area. Selain itu, tausiah agama yang disampaikan juga mengajak seluruh warga untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan dari Geuchik
Dalam kesempatan tersebut, Geuchik M. Jufran menyampaikan rasa bangganya terhadap kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh warganya, terutama generasi muda. Ia menegaskan pentingnya kerja keras dan kebersamaan dalam membangun desa dan menjalankan berbagai kegiatan sosial lainnya.
Harapan untuk Masa Depan
Geuchik Jufran mengharapkan agar kekompakan yang telah terjalin antara warga dapat terus dipertahankan. Dengan semangat yang sama, berbagai kegiatan masyarakat dan pembangunan desa di masa depan diharapkan dapat berjalan dengan baik. Sinergi antara semua pihak, khususnya antara pemimpin desa dan pemuda, menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk semua.
Melalui kegiatan ini, Meunasah Ketapang tidak hanya merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menunjukkan bahwa satu tindakan kecil, seperti santunan anak yatim, dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan anak-anak yang membutuhkan. Dengan semangat gotong royong yang terus dipupuk, diharapkan kegiatan sosial seperti ini dapat menjadi tradisi yang berkelanjutan di masa mendatang.
➡️ Baca Juga: Teknik Efisien Membagi Waktu Latihan di Liburan Panjang Tanpa Kehilangan Rutinitas
➡️ Baca Juga: Bupati Luwu Patahudding Ikuti Silaturahmi Pemprov Sulsel untuk Perkuat Sinergi Daerah
