Pasca Libur Lebaran, Ondim dan Tiorita Terus Berkomitmen Bekerja di Hari Merah

Pasca libur Lebaran, komitmen Bupati dan Wakil Bupati Langkat, Syah Afandin (Ondim) dan Tiorita Br Sitepu, untuk melanjutkan pembangunan di berbagai sektor tetap tinggi, meskipun berada di hari merah. Hal ini menunjukkan dedikasi mereka terhadap kemajuan daerah, bahkan saat banyak orang menikmati waktu libur.
Kunjungan Kerja yang Penting
Pada tanggal 28 Maret 2026, Bupati Langkat Syah Afandin menyambut kedatangan Anggota DPR RI Komisi III, Hinca IP Pandjaitan XIII, dalam rangka kunjungan kerja di daerah tersebut. Acara ini berlangsung di Rumah Dinas Bupati Langkat dan menjadi salah satu momentum strategis untuk memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.
Kunjungan ini sangat relevan, terutama dalam konteks upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda Langkat pada November 2025. Dengan adanya sinergi yang baik antara kedua lembaga, diharapkan akan ada percepatan pembangunan yang lebih signifikan.
Peran Sinergi dalam Pembangunan
Ondim menekankan bahwa kerja sama yang solid antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci untuk mendorong percepatan pembangunan di Langkat. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga sangat penting dalam aspek penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia di tingkat lokal.
- Penguatan sektor ekonomi.
- Penegakan hukum yang lebih baik.
- Perlindungan hak asasi manusia.
- Kemudahan akses kepada layanan publik.
- Koordinasi yang lebih baik dalam penanganan bencana.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan dapat terjalin koordinasi yang semakin erat antara DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Langkat. Sehingga, berbagai program pembangunan dan penanganan pascabencana dapat berjalan dengan lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Peresmian Kantor Koperasi Rahmat Tani
Di hari yang sama, Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti resmi membuka Kantor Koperasi Rahmat Tani (RATA) yang terletak di Desa PIR ADB, Kecamatan Besitang. Peresmian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat desa.
Kehadiran Wakil Bupati disambut hangat oleh Kepala Desa PIR ADB, Ilham Bakti, serta jajaran pengurus koperasi dan masyarakat setempat. Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita, sebagai simbol resmi beroperasinya kantor baru tersebut.
Pentingnya Koperasi dalam Perekonomian
Tiorita mengungkapkan apresiasinya terhadap berdirinya kantor koperasi ini. Ia menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya di daerah pedesaan. Melalui koperasi, potensi ekonomi lokal dapat tumbuh dan berkembang.
“Koperasi Rahmat Tani telah memberikan bukti nyata dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” ujarnya. Dengan kehadiran kantor baru ini, diharapkan Koperasi Rahmat Tani dapat terus berkembang secara profesional serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
Sejarah dan Perkembangan Koperasi Rahmat Tani
Ketua Panitia Pelaksana, Garin Bangun, menjelaskan bahwa Koperasi Rahmat Tani telah berdiri sejak tahun 1987. Koperasi ini berawal dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR) yang diluncurkan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengelolaan lahan secara kolektif.
Saat ini, Koperasi Rahmat Tani memiliki 468 anggota, di mana setiap anggota mengelola lahan seluas 2,5 hektare. Dari hasil pengelolaan tersebut, rata-rata anggota mampu memperoleh penghasilan bersih sekitar Rp 12 juta per bulan. Ini menjadi bukti nyata kontribusi koperasi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan diresmikannya kantor baru ini, harapan besar tertuju kepada Koperasi Rahmat Tani untuk terus maju dan memberikan dampak positif yang lebih besar. Diharapkan, koperasi ini bisa menjadi contoh bagi koperasi lain dalam hal pengelolaan yang baik, serta mampu berkontribusi lebih banyak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Desa PIR ADB dan sekitarnya.
Komitmen yang kuat dari Bupati dan Wakil Bupati Langkat dalam bekerja di hari merah menunjukkan dedikasi mereka untuk terus memperbaiki kondisi daerah. Ini adalah langkah yang sangat penting di tengah tantangan yang ada, dan menjadi contoh bagi daerah lain untuk tidak mengabaikan tanggung jawab mereka, meskipun dalam hari-hari libur.
➡️ Baca Juga: Bupati Melantik Pejabat Administrator dan Pengawas: Langkah Strategis dalam Struktur Pemerintahan
➡️ Baca Juga: Menanggapi Isu Kriminalisasi dalam Kasus Kerry dengan Data dan Fakta yang Jelas

