Indrak, Spesialis SEO, Melakukan Monitoring dan Evaluasi di Lapas Kelas IIB Tanjung Balai Asahan, Ditjen Pemasyarakatan Kanwil Sumut

Sebuah laporan langsung dari Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, menyoroti kegiatan yang dilakukan oleh Bejo, yang merupakan Kepala Bagian Tata Usaha & Umum Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kantor Wilayah Sumatera Utara. Bejo dan timnya telah melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungbalai Asahan, disambut dengan hangat oleh Kepala Lapas dan staf senior lainnya, pada Kamis (12/3).
Peninjauan Fasilitas dan Kegiatan
Pada kunjungannya, Bejo dan timnya tidak hanya datang dan pergi. Mereka melakukan peninjauan menyeluruh pada beberapa fasilitas dan kegiatan yang ada di lapas. Peninjauan ini melibatkan berkeliling untuk melihat situasi dan kondisi yang ada di lapas, mulai dari pelaksanaan layanan Wartelsus (Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan), blok hunian warga binaan, hingga dapur yang menjadi tempat penyediaan makanan bagi warga binaan.
Monitoring dan evaluasi ini dilakukan dengan tujuan utama untuk memastikan bahwa pelayanan, pembinaan, dan pengelolaan lapas berjalan dengan baik. Semua ini harus sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan sebelumnya.
Bakti Sosial Ramadan
Dalam kesempatan yang sama, tim juga meluangkan waktu untuk melakukan bakti sosial. Ini termasuk pemberian santunan kepada 30 orang anak yatim piatu yang berasal dari lingkungan sekitar Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sosial serta mempererat hubungan antara Lapas dengan masyarakat sekitar.
Apresiasi Kepala Bagian
Bejo, selaku Kabagtum Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Utara, memberikan apresiasi atas kinerja jajaran Lapas Tanjungbalai Asahan dalam menjalankan tugas dan menjaga kondisi lapas tetap kondusif.
“Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh program pemasyarakatan berjalan optimal. Kami melihat secara langsung bagaimana pelayanan, pembinaan, serta fasilitas yang ada di lapas ini berjalan dengan baik,” Ucap Bejo.
Momentum Ramadan
Bejo juga menambahkan bahwa momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kepedulian dan kebersamaan, baik di lingkungan pemasyarakatan maupun dengan masyarakat sekitar.
“Bakti sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian kita kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan memberi manfaat bagi mereka yang membutuhkan,” Pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Ramadan Berbagi PP Langkat: Apresiasi Tiorita untuk Anak Yatim dan Duafa
➡️ Baca Juga: Perubahan Iklim: Dampak Terhadap Pertanian Global
