DualSense edge battery life lebih pendek 40% ini tips ngecas yang bener

Fakta mengejutkan: model premium menggunakan baterai 1.050 mAh dan dalam praktik bertahan rata-rata 4–6 jam per pengisian, sekitar 40% lebih pendek dibanding pad standar yang 1.560 mAh.
Perbedaan ini terasa saat sesi gaming intens yang memanfaatkan haptics dan adaptive triggers. Game berat bisa memangkas hours pemakaian, sementara judul ringan memberi tambahan waktu bermain.
Kami akan bandingkan fitur, harga, dan durasi per single charge agar kamu tahu kapan harus ngisi ulang. PS5 juga memberi peringatan baterai lemah sekitar ±1 jam sebelum mati, jadi ada waktu buat persiapan.
Intinya: controller premium menawarkan feel dan moduler yang unggul, tapi kamu perlu strategi pengisian dan pengaturan hemat daya untuk memaksimalkan controller battery life tanpa mengorbankan kontrol.
Gambaran cepat: apa yang kamu dapat dari DualSense Edge vs DualSense standar
Ingin tahu bedanya secara ringkas? Di sini ringkasannya supaya kamu cepat memutuskan mau upgrade atau tetap pakai pad standar.
Harga & fitur premium
Harga jelas jadi faktor utama: model pro dijual sekitar $199, sedangkan versi standar ada di kisaran $69.99.
- Back buttons yang bisa dipetakan untuk input cepat dalam game kompetitif.
- Modul stik yang dapat diganti sendiri dan beberapa cap stik untuk preferensi feel.
- Profil kustom hingga empat slot, berpindah instan lewat tombol Function.
- Semua tetap membawa fitur inti: haptic feedback, adaptive triggers, touchpad, speaker, jack headset, dan mikrofon.
Snapshot baterai
Ringkas soal kapasitas dan jam pakai per sekali charge: perbedaan akan terasa saat main game yang intens memanfaatkan getaran dan trigger.
| Model | Kapasitas (mAh) | Estimasi jam per single charge | Harga (USD) |
|---|---|---|---|
| dualSense standard | 1.560 | 6–12 hours | $69.99 |
| dualsense edge | 1.050 | 4–6 hours | $199 |
| Catatan | — | Penggunaan fitur menurunkan hours | — |
Intinya: jika kamu butuh kontrol pro dengan tombol tambahan dan profil, model premium memberi value meski trade-off pada battery life. Untuk sesi maraton, pad standar masih unggul dari segi durasi.
Dualsense Edge Battery Life: seberapa boros di praktiknya dan bagaimana perbandingannya

Uji praktik menunjukkan perbedaan jelas antara sesi kompetitif dan santai. Pada game berat yang memakai haptics dan adaptive triggers seperti Gran Turismo 7, konsumsi meningkat pesat sehingga jam pemakaian turun signifikan pada controller pro.
Pada judul ringan seperti EA Sports FC 24, waktu bermain meluas, tapi angka untuk dualsense edge tetap berada di kisaran 4–6 hours. Sementara standar dualsense rata-rata mencatat 6–12 hours, sering 6–8 hours pada pemakaian wajar.
Perbandingan lintas platform memperlihatkan gap besar. Xbox Elite Series 2 dan Switch Pro Controller mencapai ~40 hours. PS4 DualShock 4 berada di rentang 4–8 hours.
| Controller | Kapasitas / Estimasi | Jam (praktek) |
|---|---|---|
| dualSense standard | 1.560 mAh | 6–12 hours (sering 6–8) |
| dualsense edge | 1.050 mAh | 4–6 hours |
| Xbox Elite / Switch Pro | ~ Internal / AA | ~30–40 hours |
Mengapa lebih pendek? Produsen memang mengorbankan kapasitas battery untuk menampung modul stik yang dapat diganti dan hardware kompetitif. Itu adalah trade-off desain.
- Kompetitif: tombol belakang dan profiles memberi keuntungan kontrol meski mengurangi hours.
- Kasual: pad standar lebih praktis untuk sesi maraton tanpa sering ngecas.
Kesimpulannya, edge controller unggul di fitur dan feel, namun membutuhkan strategi charging jika kamu sering main lama.
Tips ngecas yang bener dan cara nambah jam main tanpa sering colok

Mau main marathon tanpa sering ngecas? Berikut tips ringkas yang bisa langsung dipraktikkan. Fokusnya: settings PS5, trik pad pro, cara pengisian, aksesori pendukung, dan gaya main hemat.
Setting PS5 yang hemat daya
Masuk ke Settings > Accessories > Controller (General) lalu turunkan Vibration Intensity, Trigger Effect Intensity, volume speaker, dan brightness indikator.
Langkah ini sederhana tapi efektif untuk memperpanjang controller battery life tanpa menghilangkan feel main.
Trik untuk model pro
Khusus dualsense edge controller: hindari profil “Default” jika ingin hemat. Buat satu profil kustom yang menurunkan haptic feedback dan trigger strength.
Profil kustom memastikan pengaturan benar-benar aktif pada pad dan tidak tertimpa setting sistem.
Cara charging ideal
Rotasi dua ps5 controller sehingga satu selalu terisi. Pakai DualSense Charging Station untuk mengisi dua unit tanpa pakai port USB konsol.
Hindari kabel panjang yang nyeret; jadikan dock sebagai rutinitas charging agar port tidak cepat aus.
Aksesori penolong
Pertimbangkan NexiGo rechargeable battery pack—mudah pasang ke USB-C, menambah sekitar ±5 hours battery, dan ada indikator LED empat level.
Solusi ini kompatibel untuk standard dualsense maupun dualsense edge, jadi satu aksesori bisa melayani dua controllers.
Gaya main hemat sehari-hari
- Mute mic bawaan saat tidak dipakai.
- Pakai headset wireless agar controller tidak memasok daya ke earphone.
- Untuk sesi maraton, main wired sebagai cadangan supaya tidak terputus saat charge.
Untuk penjelasan teknis soal pengaruh fitur terhadap konsumsi daya, lihat penjelasan teknis. Jika butuh perbandingan fitur sebelum beli, cek perbandingan pilihan.
Kesimpulan
Simpelnya, pilih berdasarkan prioritas: kontrol atau durasi bermain. Jika kamu utamakan kontrol dan kustomisasi, DualSense Edge memberi tombol belakang, modul stik ganti, dan profil kuat, namun dengan battery sekitar 4–6 hours per charge.
Untuk pengguna kasual yang butuh lebih banyak waktu main, versi standar menawarkan jam pakai lebih panjang dan price lebih ramah. Gunakan profil hemat, kurangi efek, mute mic, dan rotasi controllers lewat dock agar pad selalu siap.
Tips praktis lain: main wired saat maraton atau pasang aksesori seperti NexiGo untuk menambah time ±5 jam. Pada akhirnya, pilih yang paling cocok dengan gaya gaming dan kebiasaan ngecharge kamu.
➡️ Baca Juga: Sejak 1994 hingga 2025 ini evolusi chip konsol Sony yang bikin Microsoft ngiler
➡️ Baca Juga: Tim ilmuwan China umumkan perangkat “flash memory” tercepat di dunia




